Menurut BKKBN, Ini 5 Tanda Seseorang Siap Menikah

Menurut BKKBN, Ini 5 Tanda Seseorang Siap Menikah
Tak hanya keinginan saja, ada tandanya jika kamu sudah siap menikah. Rekanan Wedding akan merangkumkan apa saja tandanya menurut BKKBN.

Menikah adalah sebuah perubahan hidup yang sangat besar. Tak bisa sekadar karena ingin atau penasaran saja. Lebih dari itu, dibutuhkan kematangan dalam berbagai aspek agar bisa membangun rumah tangga yang kokoh.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) punya daftar tanda jika seseorang sudah siap menikah. Penasaran?

1. Sudah memasuki usia dewasa

Baru ini digaungkan tentang pernikahan anak. Hal ini tidak sesuai dengan Undang-undang Perkawinan Pasal 7 Ayat 1, perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan perempuannya sudah mencapai umur 19 tahun.

Umur sekian dianggap seseorang sudah matang sehingga hormon tubuh sudah stabil dan siap bereproduksi.
Selain itu, kematangan emosi sudah terbentuk dan kemampuan bekerja sudah ada. Sehingga penopang rumah tangga yang kuat pun sudah dimiliki masing-masing calon.

2. Kesiapan fisik

Terlebih bagi perempuan yang akan hamil, lihat lagi apakah kamu sudah siap dengan perubahan yang mungkin terjadi pasca menikah?
Bisa saja perubahan tubuhmu akan ekstrem, apakah kamu bisa tetap tenang menghadapinya. Lalu, siapkah juga dengan efek kehamilan yang mungkin dirasakan seperti mual, lemas, dan lainnya.

Hal ini penting untuk disadari di awal agar tidak kaget saat mengalaminya. Jika tidak, maka kamu akan dengan mudah merasa stres dan tidak terima dengan keadaan yang sedang dialami.

3. Mental sudah siap

Kamu harus siap mental menghadapi rumah tangga. Karena apa yang terlihat di sosial media tidak sama dengan kenyataannya.

Ada kalanya kalian harus saling menopang atau merangkul agar tetap bisa melangkah bersama. Ada kalanya bayangan tidak sesuai dengan kenyataan.

Hal ini harus dipikirkan matang-matang. Siapkah kamu keluar dari zona nyaman dan bersiap dengan tantangan baru yang mungkin akan menguras kewarasan mental.
Bagaimanapun, hal seperti ini akan mendewasakanmu, jika kamu sudah siap mental.

4. Memiliki finansial yang matang

Menikah tidak hanya satu hari itu saja. Ada banyak hal lain yang harus dipikirkan, termasuk tentang keuangan atau finansial.

Misal selama ini uangmu sudah cukup untuk diri sendiri, maka pikir ulang, akankah cukup jika menjalani hidup berdua sebagai suami istri?
Pertimbangkan dengan matang, pengeluaran apa saja yang akan dihadapi setelah menikah. Dengan persiapan yang matang, segalanya bisa dijalani dengan lebih tenang.

5. Siap menjadi orangtua

Semua orang bisa memiliki anak, namun tidak semuanya bisa menjadi orang tua. Saat memutuskan ingin memiliki anak, kamu harus mempertimbangkan matang-matang apa yang akan dihadapi setelah mereka lahir.
Ada waktu yang akan dikorbankan, mungkin juga karir yang harus ditunda sementara. Ada pengeluaran yang akan menanti, dan banyak hal lainnya.

Jika kamu yakin siap menghadapi tanggung jawab yang menanti, maka boleh saja kamu menikah.
Namun jika ego kamu masih tinggi, lebih baik pikirkan ulang lagi.

Menikah bukanlah hal main-main, kamu harus memikirkan dengan matang agar tidak menyesal di tengah jalan.
Inspirasi Pernikahan