Mau Bulan Madu ke Luar Kota? Ini Syarat Perjalanannya!

Mau Bulan Madu ke Luar Kota? Ini Syarat Perjalanannya!
Per 1 April 2021, ada syarat baru untuk perjalanan ke luar kota. Rekanan Wedding akan menjabarkannya untuk kamu.

Meski masih pandemi, bukan berarti kamu tak bisa melakukan bulan madu. Kini perjalanan ke luar kota tidak lagi dilarang, hanya saja ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Kamu yang berencana keluar kota untuk liburan bulan madu harus mengetahui apa saja syaratnya agar perjalanan lancar.
Memang sebelumnya sudah ada peraturan jika ingin ke luar kota. Namun per tanggal 1 April 2021, akan ada penyesuaian peraturan baru.

Yang pertama adalah mematuhi protokol. Berdasarkan ketentuan terbaru dalam SE Nomor 12 Tahun 2021, setiap individu wajib mematuhi protokol 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak,menghindari kerumunan dan mencuci tangan.

Sedangkan ada pengetatan protokol kesehatan yaitu:

1. Memakai masker wajib menutupi hidung dan mulut secara benar.

2. Jenis masker adalah masker kain 3 lapis atau masker medis.

3. Tidak diperkenankan bicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau sepanjang perjalanan dengan moda transportasi umum darat, kereta api, laut, sungai, danau, dan pesawat.

4. Tidak diperkenankan makan dan minum sepanjang perjalanan penerbangan bagi perjalanan kurang dari 2 jam kecuali individu yang wajib mengonsumsi obat dan jika tidak bisa membahayakan keselamatannya.

Ada juga ketentuan yang harus dipatuhi, antara lain:

- Setiap individu yang melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi atau umum bertanggung jawab atas kesehatan masing-masing dan tunduk pada syarat maupun ketentuan yang berlaku.

- Pelaku perjalanan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 X 24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif rapid test antigen yang sampel diambil maksimal 2 X 24 jam atau hasil negatif tes GeNose C19 di bandara sebelum keberangkatan.

- Pelaku perjalanan transportasi laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 3 X 24 jam sebelum berangkat atau hasil negatif tes GeNose C19 di pelabuhan sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

- Khusus perjalanan rutin dengan transportasi laut di Pulau Jawa yang melayani pelayaran lokasi terbatas antarpulau atau antarpelabuhan domestik dalam satu wilayah aglomerasi, atau dengan transportasi darat baik pribadi maupun umum dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan tidak diwajibkan menunjukkan surat hasil RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan namun akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satgas Covid-19 daerah.

- Pelaku perjalanan kereta api antarkota wajib menunjukkan surat negatif hasil tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 3 X 24 jam sebelum berangkat atau hasil negatif tes GeNose C19 di stasiun sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

- Pelaku perjalanan transportasi umum darat akan dilakukan tes acak rapid test antigen/test GeNose C19 jika diperlukan oleh Satgas Covid-19 daerah.

- Pelaku perjalanan transportasi darat pribadi diimbau tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 3 X 24 jam sebelum berangkat atau hasil negatif tes GeNose C19 di rest area sebagai syarat melanjutkan perjalanan dan akan dilakukan tes acak jika diperlukan.

- Khusus perjalanan ke Pulau Bali dengan transportasi udara, laut, dan darat baik pribadi maupun umum wajib menunjukkan keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 2 X 24 jam sebelum berangkat atau hasil negatif tes GeNose C19 di bandara, terminal, atau pelabuhan dan mengisi e-HAC Indonesia.

- Pengisian e-HAC Indonesia diimbau bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi darat maupun pribadi kecuali bagi pelaku perjalanan udara dan laut yang wajib melakukan pengisian e-HAC Indonesia.

- Anak-anak di bawah 5 tahun tidak diwajibkan melakukan hasil tes RT-PCR, rapid test antigen atau tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan.

- Apabila hasil hasil tes RT-PCR atau rapid test antigen atau tes GeNose C19 negatif tapi menunjukkan gejala pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan wajib melakukan RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.

- Adapun seluruh ketentuan tersebut tidak berlaku bagi moda transportasi perintis termasuk di wilayah perbatasan dan di daerah 3T.

Itu dia daftar syaratnya. Pastikan untuk memenuhinya agar perjalanan tidak terhambat, ya!
Inspirasi Pernikahan